Senin, 22 April 2013

Naskah Drama "cinta"


IKHLASKU

(Dimalam yang sunyi, seorang gadis yang bernama sabila tengah menangis sambil memeluk foto ayah nya, yang telah tiada, walaupun sejak bayi ia tak pernah tahu sosok ayah dan bagaimana memiliki seorang ayah. Tapi ia tetap yakin bahwa suatu saat dirinya akan dipertemukan dengan ayahnya tercinta.)
(Sambil memeluk foto tersebut ia mengungkapkan isi hati nya, yang mungkin hanya dirinya yang tahu)
Sabila: Ayah Sabila merindukan ayah, bahkan Sabila selalu berdoa agar suatu saat bisa bertemu dengan ayah, walaupun Sabila tak pernah tahu akan sosok ayah. Tapi ibu selalu menceritakannya, bahwa ayah itu adalah sosok yang luar biasa. (sambil menangis)
(Ibunya mendengar suara sabila dan langsung menghampirinya)
Ibu: kenapa nak? Kamu sakit?               
Sabila: tidak bu, bila  cuma…
Ibu: Cuma apa?
Sabila: Engga bu, (sambil menyembunyikan foto itu)
Ibu: sudah bilang saja, pasti ini karena kamu merindukan ayahmu kan?
Sabila: iya buu, Sabila sangat merindukan ayah
Ibu: kamu itu sudah menginjak remaja nak, Kalau kamu merindukannya, jangan hanya ditangisi, tapi juga harus mendoakannya, yasudah ini sudah malam, segera tidur.
Sabila: iya bu                                                   
(Keesokan harinya sabila pergi ke sekolah seperti biasa, dengan dandanan yang mugkin kata orang lain kuno, tapi iya tak pernah peduli akan penampilan nya. Walaupun kadang temannya selalu mengejek nya.)
(Ia pun tiba dikelasnya tepatnya kelas X 6, banyak temannya yang sudah tiba)
Maria: hey bil, ko wajah kamu kaya yg udah nangis gitu
Sabila: ah engga, biasa aaja
Maria: Galau ya
Sabila: udahlah jangan bahas itu
(Maria adalah sosok sahabat yang baik bagi dirinya, ia selalu ada saat d butuhkan, walaupun dalam kenyataannya mereka sangat bertolahk belakang, Maria berbeda keyakinan, tapi ia selau menghargai apapun perbedan itu. )
(Beberapa lama kemudian ada sekelompok teman sekelas)
Teman teman: hahaha hey liat dong pnampilan nya kuno banget,
(Semuanya sambil menertawakan nya. Tapi sabila tak pernah memperdulikannya sedikitpun)
(Hingga suatu hari ia telah lebih dulu sampai di kelas nya kemudian datanglah salah seorang dari temannya, dia adalah nafilah yaitu teman dekatnya yang lain)
Nafilah: (menangis)
Sabila: kamu kenapa filah, ko sampai  menangis segala, cerita saja sama aku, barangkali aku bisa bantu
Nafilah: Aku benci sama pacar ku, pokoknya aku sakit hati banget, ia udah gak perhatian lagi sama aku
Sabila: Ah kamu, yang kaya gtu aja di bkin nangis,, udahlah jangan terlalu di pikirin. Disini masih ada aku kan yang perhatian sama kamu fil
Nafilah: kan beda. Kamu sih gak pernah pacaran, jadi kan kamu gak bisa ngertiin perasaan aku
Sabila:bukannya dalam islam itu gak ada istilah pacaran kan, ya aku Cuma takut aja aku tidak bisa menjaga diri maupun kehormatan ku jika aku sampai melakukan hal yang Alloh benci
Nafilah: Ah kamu ceramah aja.
Sabila: aku bukan ceramah fil Cuma aku hanya mengingatkan aja. Kalau kehidupan yang nyata itu bukan sekarang tapi nanti, ngapain kita masuk dalam tipu daya yang sangat menyesatkan kita
Nafilah: iya juga, kamu emang sahabatku yang baik
 Sabila: nah gitu jangan nangis lagi
(Sabila memang seorang yang memiliki prinsip yang luar biasa, ia tetap konsisten dengan ucapannya, tapi selepas dari itu ia hanya manusia biasa yang memiliki perasaan. Ia memiliki perasaan suka terhadap lawan jenis nya, Hafiz namanya. Tapi ia ingin membuang jauh jauh perasaan itu. Siang itu di sekolah ia bertemu dengan Hafiz, tapi ia tak pernah bisa berbicara sepatah kata pun, pandangannya pun selalu terjaga dari tipu daya. Memang sabila dan Hafiz ini sudah saling kenal, tetapi hanya sebatas teman biasa yang dalam kenyataan nya mereka tak pernah bisa kenal lebih dekat. Masing masing memiliki prinsip yang berbeda. )
Nizar: eh hafiz katanya kamu suka sama si sabila ya.
Hafiz:ahhh segimana pun aku suka sama seorang wanita, tapi aku tetap tak pernah mau untuk melanggar prinsipku sendiri
Nizar: ah hari gini masih mikirin prinsip
Hafiz: ya ini konsekuensi nya zar
Nizar: yasudah tapi gimana tuh kelanjutannya sama sabila
Hafiz: kalau jodoh gak akan kemana kok, nanti juga pasti ada waktunya
Nizar: tapi bener kan kamu suka
Hafiz: sudahlah jangan bahas iru, mending kita kembali ke kelas
(Di tempat yang berbeda sabila bingung, dia tidak mau pikirannya sampai terbawa bayangan yang hanya dapat menjadikannya lalai. Bahkan di hati nya ia berkata, aku lebih baik tidak mengenal sosok dia di kehidupan ku daripada hanya menjadikan ku lupa akan keberadaan Mu, dan kewajibanku di dunia. Karena aku tau itu hanya lading dosa bagi hamba Mu ini)
(Ia terkejut oleh kedatangan Nafilah)
Nafilah: hayo bengong terus kenapa?
Sabila: nggak, gimana kamu udah baikan sama pacar kamu
Nafilah: yaudah dong aku kan gak bisa hidup tanpa dia
Sabila: kamu jangan bilangseperti itu, belum tentu dia bisa menjadi seorang kekasih halal mu, atau mungkin juga ia bukan yang terbaik bagi mu.
Nafilah: kamu kenapa sih disaat aku lagi senang malah bikin aku down lagi, ngapain aku punya sahabat yang gak perduli penderitaan sahabatnya sendiri.
Sabila: bukan maksud aku kaya gitu fil
Nafilah: sudah lah emang itu maksud kamu kan, biar aku putus.
Sabila: jangan salah paham gtu fil
Nafilah: ah sudahlah (pergi)
(Sabila tak menyangka ternyata persahabatannya demikian rapuhnya karena hal sepele yang bahkan hal itu adalah baik bagi Nafilah, tapi sahabatnya itu tak pernah memahami maksud ia yang sebenarnya)
(Pada saat istirahat Sabila sedang berjalan dengan Maria ia bertemu dengan Rio pacarnya Nafilah, mereka sempat bertegur sapa sebentar. Dan Nafilah melihat semuanya, ia semakin salah paham terhadap sahabatnya itu, sampai suatu ketika ia menemui Sabila)
Nafilah: Aku tau sekarang maksud kamu so ceramah di depan aku, ternyata kamu di belakang kamu suka sama rio kan, buktinya pas kemarin aku ngeliat kamu ngobrol sama dia
Sabila: engga seperti yang kamu pikirkan, aku hanya sebatas bertegur sapa saja, tidak lebih, dan aku tau Rio itu pacar kamu, masa aku akan menghianati sahabat aku sendiri. Bahkan aku sudah menganggap kamu itu sodara aku, dan persahabatan itu melebihi segalanya.
Nafilah: omong kosong, aku baru tau ternyata sikap dan hati kamu itu busuk
Maria: Fil kamu jangan salah sangka, itu memang benar, mereka hanya ngobrol biasa
Nafilah: sudahlah ngapain kita sahabatan kalau kaya gini
Sabila:kalau misalkan itu menyakiti perasaan mu, aku minta maaf.
Nafilah: gak butuh (sambil pergi)
(Nafilah tak pernah tau perasaan seorang sahabatnya. Ia hanyamementingkan kepentingannya sendiri)
(Suatu ketika Sabila harus menerima kenyataan yang sangat pahit, kalau ia mengidap salah satu penyakit yang sangat parah. Ia benar-benar bingung dengan keadaanya, dan ia tak pernah bisa bercerita penyakit itu terhadap teman-temannya.)
(Kesehatan  sabila terus saja menurun, ia tak seperti dulu lagi. Badannya seolah lemah tak berdaya, tapi semangat nya tetap seperti dulu, walaupun terkadang ia juga menangis tentang takdirnya itu.)
(Semua temannya tak pernah tau tentang penyakitnya. Bahkan Hafiz sekalipun. Hingga pada suatu hari ia mendengar bahwa Nafilah sahabatnya itu mengalami kelcelakaan. Ia langsung melihat keadaannya, keadaanNafilah sangat kritis. Ia membutuhkan donor darah, dan langsung Sabila bersedia menjadi pendonor, ia tak memperdulikan keadaannya yang sangat lemah itu, beruntung Nafilah bisa terselamatkan.Tapi  bertolak belakang dengan Sabila sekarang sakit nya semakin parah.)
(Nafilah pun kembali bersekolah)
(di kelas Sabila datang)
Sabila: gimana fil sudah sembuh
Nafilah: kelihatannya gimana?
Sabila:Ya syukurlah
Nafilah: katanya aku itu sahabat kamu tapi mana haaaah di saat aku kecelakaan tapi kamu tak pernah menjenguk aku sekalipun, aku tak pernah melihatmu ada di samping aku
Sabila: sebenarnya akuu….
Nafilah: ah bisa nya Cuma ngasih alasan yang gak penting.. sahabat macam apa kamu
(Sabila belum sempat menjelaskan, dan menceritakan kronologis kejadian nya bagaimana Dan sabila mendengar berita bahwa sahabatnya itu akan menjalani pemulihan dari kecelakaan nya itu di luar negeri selama beberapa minggu, sabila merasa sangat sedih. Di saatsahabatnya sedang pergi sakit sabila semakin parah ia harus masuk rumah sakit. Teman temannya menjenguknya, dan akhirnya sabila jujur terhadap teman temannya mengenai sakit nya, mereka semua sangat sedih mendengar itu)
Maria:kenapa bil kamu tidak jujur sama kami semua,
Sabila: aku tak pernah mau melihat orang yang aku sayang ikut merasakan apa yang aku  rasakan, cukup aku saja yang merasakan, dan aku ikhlas ko dengan semua ini, klo ini sudah sampai waktu terakhirku aku tak pernah mau menyalahkan siapa pun, karena ini takdirku, dan aku tau pasti Alloh tau  jalan yang lebih indah bagi ku, dan saat ini pun aku sedangmerindukan ayahku. Kalau aku pergi mungkin Alloh pun sayang sama aku, ia tak pernah mau membiarkan ku terlalu banyak berbuat dosa di dunia ini, dan mungkin Ia akan mempertemukan aku dengan ayah ku di akhirat kelak.
(Serentak semua yang ada di situ menangis)
Sabila: bu sabila kembali merindukan ayah, apa mungkin umur sabila tidak lama lagi bu?
Ibu: jangan bicara seperti itu, kita tak pernah tau batasan umur seseorang, kamu berdoa saja
Sabila: tapi sabila ikhlas bu, jika umur sabila sampai saat ini, karena ini yang terbaik buat sabila bu, dan sabila juga tidak mau jikalau ibu tidak mengikhlaskan sabila pergi
Ibu: jika kamu bertanya seperti itu, ibu manusia nak yang sangat sulit untuk ibu mengikhlaskan hal terindah dan orang yang ibu sayang pergi untuk ke dua kali nya, tapi ibu juga sadar kita hidup di dunia ini hanya sementara, dan ibu mengikhlaskan kamu untuk pergi jikalau ini telah waktunya. Karena Sabila hanya titipan dari Alloh, dan ibu harus ikhlas jika sewaktu waktu Alloh mengambilnya lagi dari kehidupan ibu (menangis)
(Tak terasa air mata sabila ikut menetes, tapi saat itu ia sangat bahagia ternyata ibunya telah merelakannya untuk pergi)
(Tapi sekarang kesehatan sabila membaik. Ia kembali bersekolah.tapi hari itu sikap nya sangat berbeda dari biasanya. Wajahnya Nampak begitu bersinar. Ia mendapat kejutan yang sangat membuatnya bahagia, teman teman nya yang dulu mengejek dia sekarang sudah berubah dan sikapnya baik terhadap Sabila. Dan ia bertemu dengan maria)
Maria: syukurlah kamu sudah sembuh. Ada yang mau aku bicarakan, kamu mau bantu aku tidak?
Sabila: bantu apa?selagi aku mampu pasti aku akan bantu kamu
Maria: aku sebenarya kagum sama kamu, kesholehan mu dan semua hal yang ada pada dirimu
Sabila: jangan bilang seperti itu, semua orang bisa seperti itu
Maria:aku belum selesai bil. Dan aku  mau masuk Islam bil
Sabila: benarkah itu maria? Subhanallah
Maria: iya bil sungguh. Aku mau seperti mu bil. Dan juga aku mau kamu mengajariku semua  tentang islam
Sabila: ia maria tentunya aku akan siap membantumu
(Sabila sangat merasa senang karena hal itu, dan sekarang maria cukup banyak mengetahui tentang islam dan juga mendalami agama islam, bahkan bacaan solat pun cukup ia kuasai)
(Tapi setelah itu sakit sabila kambuh lagi. Tapi ia cukup senang juga karena hafiz sedikit memberi perhatian lebih pada dirinya, walaupun hafiz tak pernah tau sakit bila yang sebenarnya)
(Sesaat setelah pulang sekolah, ia langsung mandi dan solat ashar, dan setelah itu ia merasa sangat ngantuk, dan ngaantuk yang tidak seperti biasanya, tapi sebelum ia tidur ia meminta ijin pada ibu nya)
Sabila: Bu sabila cape mau istirahat, bangunkan sabila kalau sudah magrib ya bu. Tapi ibu jaga diri baik-baik, kalau Nabila pergi. Dan sampaikan salam sayang  Nabila sama semua nya, apalagi sama sahabat-sahabat terbaik Sabila. Dan ibu kasih surat-surat yang ada di kotak itu buat mereka ya bu. Sabila sudah cape bu, sabila mau istirahat Sabila sangat sayang dan mencintai ibu selamanya. (sambil mencium tangan sang ibu sampai meneteskan air mata) ia pun tertidur
(Ibunya merasa aneh akan semua perkataannya, tapi ia tak memikirkan hal itu, dan waktu magrib pun telah tiba, ibu membangunkan Sabila, dan ternyata sabila telah pergi untuk selamanya. Ibu nya sangat sedih. Dan esok harinya ibu mengmbil kotak yang berisi surat-surat itu, danmemberikannya pada sahabat sabila)
--Tertera surat itu untuk Nafilah, Maria, Hafiz, beberapa temannya yang suka mengejek dia--
*Setelah kepergian sabila, ia baru sadar dan mengetahui bahwa sabila itu sahabat yang baik, dan ia selama ini telah salah paham terhadap nya*
Isi surat untuk Nafilah
“teruntuk sahabatku Nafilah”
Sahabatku nafilah aku tak pernah bisa menyampaikan kata maafku langsung pada mu, karena aku belum bisa bertemu kamu lagi, tapi aku sudah menjadi sahabat yang mungkin tak baik bagi mu, tapi aku berusaha menjadi sosok sahabat yang mempunyai ketulusan. Aku tak pernah peduli tentang penilaian mu pada ku. Aku tetap sayang sama kamu. Karena kamu adalah sahabat terbaiku. Makasih kamu telah bersedia menjadi sahabatku, dan asal kamu tau aku takan pernah mau mengkhianati kamu, karena persahabatan itu jauh lebih penting bagi ku. Aku sungguh ikhlas menyayangi mu sebagai sahabat ku. Sebagai bukti kecintaan ku terhadap Alloh SWT. Sekali lagi terima kasih, semoga kamu takan pernah melupakanku, dan mau memaafkan ku, juga masih mau menganggap ku sebagai sahabat.
salam sayang Sabila

Nafilah: Maafkan aku bil aku telah salah menilaimu, aku sungguh orang yang sangat bodoh, aku tak pernah ada di saat kamu membutukan ku. Persahabatan kita tetap ada selamanya, walaupun kamu telah tiada, tapi kamu selalu hidup di hati ku

Surat untuk Maria:
            Dear Maria
Maria, aku sungguh sangat beruntung memiliki sahabat seperti mu.  Dan aku sangat bahagia ketika kamu mau masuk islam, dan lebih bahagianya lagi kamu sekarang telah cukup menguasai ilmu agama. Tetap istikomah ya maria, aku tau kamu pasti bisa menjadi sosok wanita yang sangat sholeha dalam pandangan Alloh.Tapi aku tak bisa lagi mengajarimu, aku sudah terlalu sakit mar. tapi aku mau kamu lebih mendalami ilmu islam ini walaupun aku tak bisa mendampingimu lagi. Dan maafkan atas segala kesalahan ku ya mar
Salam sayang Sabila

Maria: bukan kamu yang beruntung, tapi aku bila, karena kamu aku telah bisa menjadi sekarang ini. Sungguh aku benar-benar kagum pada mu Bil… Terima kasih bil, kamu adalah cahaya bagi kehidupan ku


Surat untuk teman teman
Kawankawan ku,  begitu indah ya ketika aku memiliki banyak teman seperti kalian. Ya walaupun kalian kadang bikin naku jengkel, tapi aku tau kalian itu sungguh baik. Terima kasih telah hadir di kehidupan bila. Maafkan bila jika ada salah sama kalian. Tapi pesan bila untuk kalian adalah kalian jangan pernah menilai orang dari luarnya saja , tapi  kalian harus menilai dari hatinya. Sungguh perkataan kalian bisa bohong, tapi hati takan pernah bisa seperti itu, hanya hati yang dapat melihat sebuah ketulusan dari rasa sayang yang sungguh luar biasa. Tapi dengan apapun yang kalian bicarakan aku sadar dan itu sebagai bahan koreksi diri ku yang mungkin sangat jauh dari kata sempurna. Kalian adalah hal terindah yang ada di kehidupan ku, aku sungguh menyayangi kalian…
Salam sayang ……

Teman teman:maafkan kita bil kita sempat mengejek dan menghinamu selama ini, tapi kamu tetap berhati mulia, dengan tak pernah menaruh dendam pada kita, selamat jalan bil kamu memang sosok wanita yang sangat dirindukan surga…. Kamu akan selalu ada di kehidupan kita.

Surat untuk hafiz
Asslmkm..
Maafkan jika aku lancang menulis dan memberikan mu sepucuk surat ini.
Tapi ada hal yang ingin aku ceritakan, maafkan aku jika aku telah berani memiliki perasaaan lebih pada mu, aku tau perasaan ini sungguh tak wajar bagi ku. Karena memang kamu adalah cinta pertama di hidup ku dan mungkin sekaligus cinta terakhir ku, karena aku tak pernah tau akan merasakan cinta yang seperti ini ataupun tidak. Tapi disini lah Alloh menguji kesabaran dan ketulusan ku, dan aku bersyukur aku bisa mengendalikan perasaan ku pada mu. Walaupun aku tak pernah tau bagaimana perasaan mu yang sebenarnya. Tapi cukup ketulusan ini sebagai buktinya. Jikalau kita tak bisa bersatu di dunia, tidak menutup kemungkinan kita bisa bersatu di akhirat kelak. Sekali lagi maafkan aku… Aku tak mau rasa cinta ataupun sayang ku pada mu, melebihi kecintaan ku pada Alloh swt.
Cukup ikhlasku ini dapat mengalahkan semua ini aku tak peduli cinta ku di dunia. Yang aku pikirkan adalah kehidupan kun nanti.. sungguh aku menyayangi mu karena Nya.
Wasaalam…
Hafiz: maafkan aku juga bil, aku tak pernah bisa jujur tentang perasaan ku ini pada mu, tapi ini adalah terbaik bagi kita. Tapi aku sungguh menyesal kamu tak pernah mengetahui perasaan ku yang sebenarnya. Bahkan sampai kamu menghembuskan nafas terakhirmu, tapi aku tak sempat mengungkapkan sepatah kata pun pada mu, tapi sungguh bil aku sayang pada mu. Aku benar menyayangi mu, bukan karena nafsu ku tapi karena ikhlasku. Walaupun kamu tak pernah mengetahui ini, tapi aku yakin kamu sempat merasa ataupun mengetahui bagaimana perasaan ku selama ini.  Takdir dunia mungkin memisahkan kita, tapi ini adalah yang terbaik bagi kita. Daripada kita selalu memendam perasaan yang benar-benar tidak di ridhoi oleh Alloh. Tapi kamu juga adalah cinta pertama bagi ku, walaupun kamu tak sempat aku miliki.Tapi aku berharap semoga Alloh menjadikan mu bidadari ku di surga nanti Amiin… Selamat jalan bil. Aku akan selalu mendoakan mu, dan kamu tetap hidup dalam hati ku, meski raga mu tak pernah lagi bisa mewarnai kehidupan ku.

(Setelah semuanya membaca surat itu, mereka menangis dan tak kuasa untuk menahan tangisan itu)
Dan kabar yang sangat mengejutkan, bahwa hafiz mengalami kecelakaan, dan ia tak bisa tertolong, tapi hafiz  sebelumnya sempat berkata kalau cinta aku dengan sabila bukan lah cinta untuk di dunia. Tapi untuk kehidupan yang abadi. Karena ikhlas ku pada Mu karena Cinta

Dan inilah akhir kisah nya. Sabila dan Hafiz telah pergi dari kehidupan keluarga, sahabat maupun teman temannya. Dan mereka pergi membawa keikhlasan dan ketulusan serta rasa cinta yang indah di karenakan Alloh.


Amanat:
Jangan terlalu mencintai seseorang dengan cara berlebihan, cukup kecintaan kita di curahkan pada sang maha pencipta, orang tua, dan orang orang disekeliling kita. Jangan sampai kecintaan kita terhadap apapun melebihi kecintaan kita pada Alloh.Ketulusan terhadap cinta ialah ketika kita bisa mengikhlaskan orang yang kita sayang untuk bahagia, dan dapat membawa orang itu  bersama sama menuju taman janah yang indah. Jagalah baik baik kehormatan mu wahai ukhti. Sebelum ada kekasih halalmu menjemput mu untuk ikut bersamanya, dan untuk akhi jagalah orang yang kalian sayang, sebagai bukti bahwa engkau benar benar menyayanginya. Karena cinta itu bukan hanya pertemuan fisik dengan fisik, tapi pertemuan jiwa dan hati masing masing yang memiliki sebuah kemurnian cinta yang abadi karena Alloh. Dan Ikhlas ku Bagi Mu Alloh SWT yaitu karena aku sungguh mencintai Mu dan Rasul Mu.



TAMAT
11 April 2013

1 komentar: